14 Februari 2010

Cast

Cast! apa yang terlintas dibenak anda dengan kata ini ? sinetron? aktris? Ya mungkin sudah ada yang pernah coba? Tapi bukan ini yang saya maksud. Ya fraktur atau patah tulang. Cast atau gips metode ini sudah lama dikenal bahkan sejak zaman mesir kuno yang digunakan untuk memperbaiki patah/fraktur tulang.

Fraktur adalah terputusnya kontuinitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya, fraktur terjadi jika tulang dikenai stress yang lebih besar dari yang dapat diabsorbsinya. Dahulu biasanya menggunakan papan atau bambu yang diikatkan secara paralel. Metode yang lebih maju pertama kali diperkenalkan oleh louis seutin (1793 - 1865) yang menggunakan bandage/kain yang telah diimpregnasi dengan kanji. Plaster of paris (POP) sendiri diperkenalkan oleh 2 perwira ahli bedah dan baru pada tahun 1850 digunakan secara massal pada saat perang Crimean oleh Nikolai Ivanovich Pirogov. POP komersial pertama dijual pada tahun 1931 di jerman dengan nama Cellona.









Fast Action Bonus #1
ViralURL.com System

Get your hands on the ViralURL.com System for free. This is a $239.64 annual value and worth the price of this package alone.

You will get this Link Cloaker, List Builder & Profit Generator System that I use myself.


It will protect your commissions... build your list... instantly create profit for you!




Sesuai dengan perkembanagan zaman, bahan gips kini bisa juga dari fiberglass atau pun poliester. Kelebihannya yang paling penting dibanding dengan POP adalah lebih kuat dan tahan air. Meskipun dari segi kenyamanan dan fungsi keduanya sama, penelitian Cuttler dkk, menunjukkan bahwa fiberglass lebih baik (more acceptable) dibanding dengan poliester.

Pemasangan gips dikerjakan 2-3 orang, seorang memasang perban (operator), seorang membantu dan memegang perban pada operator dan orang ke tiga menyangga ektremitas agar posisi tetap. Waktu pemasangan gips sesuai dengan variasi daya rekat bahannya yang pada umumnya 2-6 menit. Harus dijaga agar ektremitas tidak bergerak selama pemasangan
Gips yang ideal adalah yang membungkus tubuh sesuai dengan bentuk tubuh. Indikasi dilakukan pemasangan gips adalah :
 Immobilisasi dan penyangga fraktur
 Istirahatkan dan stabilisasi
 Koreksi deformitas
 Mengurangi aktifitas
 Membuat cetakan tubuh orthotik
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan gips adalah :
 Gips yang pas tidak akan menimbulkan perlukaan
 Gips patah tidak bisa digunakan
 Gips yang terlalu kecil atau terlalu longgar sangat membahayakan klien
 Jangan merusak / menekan gips
 Jangan pernah memasukkan benda asing ke dalam gips / menggaruk
 Jangan meletakkan gips lebih rendah dari tubuh terlalu lama

Berikut adalah peralatan yang diguakan untuk melakukan gips :
- Plester / perban sintetik yang dapat dilebarkan
- Perban gulungan / perban elastik
- Lembaran gips berbentuk anyaman kecil
- Bidai untuk penguat
- Busa gips dari katun, poliester/poliethan untuk menyangga tulang
- Pisau
- Gunting
- Spidol permanen
- Beberapa lembar polietilen/koran untuk alas lantai
- Sarung tangan sekali pakai untuk melindungi tangan operator
- Wadah plastik besar berisi air bersuhu ruang 21-24° C atau sesuai petunjuk dari pabrik gips
- Krem tangan yang dipakai setelah pemasangan gips sintetik

Prosedur untuk gips :
1. Mencuci tangan
2. Membentangkan polietilen/koran di lantai
3. Menjelaskan pada klien apa yang akan dirasakan (rasa hangat pada saat pemasangan perban)
4. Mengukur perban gulung dan lembaran gips pada bagian ekstremitas yang akan di imobilisasikan
- Lembar gips diatur sedemikian rupa agar teratur masing-masing tersusun berlapis sampai habis ½ rol gips
- Beberapa lembar gips tambahan diletakkan diatas untuk penyangga tulang okranon, maleoli dan patella
- Lembar gips dipasang dari ujung distal sampai pada proksimal ektremitas. Bila terlalu banyak gips yang digunakan akan memungkinkan pemborosan dan menekan daerah dibawah pemasangan gips.
- Bagian tengah balutan perban tetap tegak pada air (suhu ruangan) untuk beberapa menit dan menjadi lunak agar mudah digunakan. Periksa langsung bahan gips sintetik
- Memeriksa efek air terhadap kekuatan rekat/tidak lentur pada tengah balutan oleh operator dengan hati-hati agar tak jatuh. Kekuatan maksimal dihasilkan oleh gips sintetik dari reaksi kimia
5. Mulai dari ujung distal, balutkan gips dengan baik dan tepat pada ektremitas, secara berlapis sampai habis ½ rol. Jaga gerakan gips dan tetap menempel dengan baik pada permukaan ektremitas. Secara hati-hati kombinasikan balutan berurutan kebawah dan balikkan tiap balutan menuju ke posisi bawah dengan tungkai dan tulang jari (ujung jari) secara melingkat atau memanjang. Jaga kombinasi susunan bawah gips agar sejajar dengan permukaan gips (tanpa penekanan) dan berlapis-lapis sehingga membentuk gambaran huruf V.
6. Potong gips sesuai ukuran dengan pisau tajam. Pasang perban gulung diatas susunan gips dan sesuaikan dengan bahan gips
7. Mengakhiri pemasangan gips dengan krem tangan gips untuk menjaga agar permukaan kulit luar tetap halus
8. Tanyakan pada klien jika hal ini menyebabkan ketidak nyamanan atau nyeri
9. Mencatat diagnosa dan data kecelakaan dan pemasangan gips dengan spidol permanen pada permukaan gips setelah mongering
10. Menghindarkan gips terhadap jari-jari tangan selama pasien bergerak. Keringkan dengan menganginkan gips agar hangat, sirkulasi lancar dan alirkan udara. Atau kipaskan udara diatas gips dengan kipas berputar untuk mempercepat penguapan air.
11. Mendokumentasikan prosedur dan respons klien pada catatan klien
Prosedur untuk membuka gips
1. Mencuci tangan
2. Menjelaskan pada klien dimana dan bagaimana pisau gips digunakan dan apa yang akan dirasakan. Siapkan pisau gips dan perlihatkan agar klien dapat mendengarkan bunyi suara mesin penggeraknya. Berikan penjelasan mengapa gips tak digunakan lagi. Tekan dengan pen disekitar daerah yang akan dibuka.
3. Membuat garis, sebaiknya di depan samping maleoli pada gips ekstremitas bawah. Pada ekstremitas atas biasanya digunakan bidai sepanjang jari-jari atau permukaan yang lurus. Informasikan pada klien untuk melihat dari bagian samping
4. Menghidupkan pemotong listrik sesuai gambar/garis yang telah dibuat
5. Mengistirahatkan tungkai yang bergips
6. Menyiapkan pisau listrik tersebut . tekan bilah tajam dengan hati – hati dan mantap pada gips agar pisau memotong gips . Dengan pisau gips iris secara perlahan , gips akan terbuka bila pengirisan telah lengkap. Naikkan bilah pemotong sedemikian rupa dan periksalah bilah tersebut di atas / bawah sesuai jarak penglihatan. Gips dipotong berurutan dengan tekanan memutar dan pergerakan sejajar sepanjang garis yang akan dipotong. Pertahankan garis bilah pemotong sepanjang ekstremitas dengan arah lurus ( satu arah )
7. Memotong gips pada kedua sisi. Bila terasa keras pada bagian depan, maka putar ke bagian belakang. Tempatkan bilah pada pembuka gips pada saat yang tepat untuk memotong. Pisahkan pada dua sisi berpasangan dengan membuka pada beberapa bagian sisi sepanjang bidai gips. Tarik gips dengan tangan. Potong cepat bahan gips dan balutan gulungan dengan gunting, jaga gunting tetap terbuka sejajar dengan kulit. Tarik ekstremitas secara hati-hati ke belakang. Pegang agar tetap dapat dipertahankan sesuai posisi seperti pada saat digips .
8. Membersihkan kulit dengan baik memakai sabun yang lunak dan air. Keringkan dengan lap dan berikan krem kulit .
9. Menjelaskan perlunya perawatan tindak lanjut dan latihan atau kunjugan pada ahli fisioterapi .
10. Mendokumentasikan prosedur dan respons klien dalam catatan klien




0 komentar: